Abstrak
Harga minyak bumi yang terus melambung tinggi memaksa terus dilakukannya upaya pencarian dan penelitian sumber energi alternatif baru. Indonesia diperkirakan pada tahun 2015 akan menjadi negara net-importer minyak bumi. Salah satu sumber energi alternatif yang paling menjanjikan adalah biodiesel dari minyak biji karet. Hal ini dikarenakan bahan baku yang dapat diperbaharui dan tersedia melimpah. Selama ini biji karet hanya terbuang percuma di perkebunan karet dimana Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar di dunia. Minyak bijih karet berdasarkan hasil analisa mengandung asam lemak bebas sebesar 16,7%. Dengan demikian untuk memperoleh biodiesel atau metil esternya dibutuhkan proses esterifikasi dan transesterifikasi. Proses esterifikasi bertujuan mengkonversi asam lemak bebas dengan metanol menjadi metil ester. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi variabel proses dengan menggunakan metode faktorial design /stepest Ascend dalam proses esterifikasi minyak bijih karet. Paremeter operasi yang akan dipelajari adalah rasio katalis dan suhu serta pengaruhnya terhadap karakteristik produk biodiesel yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan yield dalam proses esterifikasi minyak menjadi biodiesel yang diperoleh paling besar adalah sebesar 59,91% dan terendah 48,24%. Waktu esterifikasi yang diperoleh sebesar 50-70 menit.
Kata kunci: minyak bijih karet, densitas, viskositas, kadar asam lemak bebas, yield metil ester



This my research on August-November 2008, Thanks for my Lecture Dr Suherman ST, MT, and Mr Widayat ST, MT for patience to guide me...
BalasHapus-Lunimunituni-